Selasa, 10 November 2009

BJ Habibie Ingin Pulangkan Ahli Dirgantara


JAKARTA--BJ Habibie mengaku prihatin atas perkembangan perkembangan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Khususnya, menyangkut perkembangan teknologi kedirgantaraan. Sekitar 16.000 karyawan PT DI (Dirgantara Indonesia), 3.000 di antaranya mengenyam jenjang pendidikan Strata 2 dan 3. Selebihnya mengalami nasib di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Mereka yang di PHK dan lainnya tersebut, kata Habibie dalam acara silaturahmi tokoh pers menyambut 10 Tahun The Habibie Center, Senin, sekarang pindah kerja di perusahaan kedirgantaraan di Malaysia, Hongkong, Turki, Brazil, dan sejumlah negara di belahan Benua Asia dan Eropa. BJ Habibie berobsesi memulangkan mereka kembali ke tanah air. Tentunya, dengan cara menghidupkan dan menggairahkan kembali perusahaan pesawat terbang di Indonesia.

Perginya ahli kedirgantaraan Indonesia, menurut BJ Habibie, jangan dianggap sepele. Mereka sudah bersusah-payah menuntut ilmu kedirgantaraan di luar negeri. Tentunya dibeayai negara sangat mahal. Tapi, tatkala perusahaan pesawat terbang mulai berkembang, justru dimatikan. Mereka itu mubadzir kalau tidak segara dimanfaatkan bidang keilmuannya.

BJ Habibie mencontoh kasus yang terjadi di Jerman ketika kalah perang. Negara tersebut dilarang membuat pesawat terbang. Ada beberapa opsi waktu itu ; teknokratnya ada yang ke Inggris, Perancis atau Belanda. Tapi, tatkala Jerman diizinkan mendirikan perusahaan pesawat terbangkan lagi, teknokrat tersebut diminta pulang kembali.

Ia sangat berkepentingan untuk mengajak kembali putra-putra terbaik bangsa tersebut ke tanah air. Tentunya dengan menghidupkan kembali perusahaan pesawat terbang PT DI. Sekarang ini saja, PT DI sudah memproduk unggulan pesawat yang dapat dibanggakan, CN 250. eds/kpo

SUMBER

Sabtu, 07 November 2009

UFO Bertamu Ke China Selama 1/2 Jam


UFO tampak mengeluarkan sinar berwarna-warni. Dari planet manakah UFO ini berasal?

BEIJING - Sebuah UFO dikabarkan telah menyambangi langit China. Piring terbang itu berhasil membuat ratusan orang terkesima.

Dilansir melalui Xinhua, Jumat (28/8/2009), benda terbang tak dikenal itu telah bertamu ke China pada tanggal 23 Agustus lalu, pukul 22.00 waktu China. UFO tersebut melayang-layang selama setengah jam di atas langit jalan Beibei Binjiang di wilayah Chongqing.

Lamanya waktu UFO tersebut berdiam mengakibatkan tidak hanya satu orang yang mellihat, melainkan ratusan orang. Sayangnya, mereka hanya bisa melihat bentuk UFO tanpa mendengar adanya suara-suara yang dihasilkan dari mesin maupun perangkat yang ada di UFO.

Benda terbang itu memiliki bentuk menyerupai huruf V. Di sisi-sisinya terdapat beberapa warna yang menghiasi, merah, biru, hijau, kuning dan putih, mirip dengan warna pelangi yang berpendar secara bergantian.

Selama UFO tersebut berdiam, sebuah pesawat pun melintas. Seorang saksi mata mengatakan bahwa ia mempercayai UFO tersebut berdiam di lokasi lebih tinggi daripada pesawat komersil yang melintas itu.

Setelah puas berdiam selama setengah jam, UFO tersebut mulai berkelip-kelip sampai akhirnya hilang ditelan awan hitam.

SUMBER

Jumat, 06 November 2009

Keterbatasan Dana Hambat Lapan Rampungkan Roket


JAKARTA - Lapan memiliki banyak target untuk memajukan dunia antariksa nasional. Salah satunya adalah meluncurkan satelit dengan menggunakan roket sendiri. Sayangnya keinginan itu masih belum bisa diwujudkan karena roket peluncur satelit milik Lapan belum rampung.

Hal tersebut pada akhirnya membuat peluncuran satelit ORARI pada 2011 mendatang masih harus membonceng satelit milik asing.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun menyebutkan satelit ORARI yang akan diluncurkan untuk kepentingan mitigasi bencana ini harus membonceng roket milik India.

"Karena keterbatasan dana, roket kita belum rampung. Kira-kira 2014 nanti baru akan selesai, itupun belum cukup mumpuni untuk digunakan sebagai roket peluncur satelit," kata Adi ketika dihubungi Okezone, Sabtu (7/11/2009).

Adi menyebutkan, roket Lapan yang diperkirakan akan rampung pada 2014 hanya memiliki berat 50 Kg. Sebagai perbandingan, roket milik India yang akan membawa satelit ORARI memiliki bobot sekira 60 Kg. Selain kekurangan bobot, masih banyak teknologi lainnya yang harus ditambahkan pada roket tersebut agar bisa meluncurkan satelit.

"Antariksa belum menjadi prioritas pemerintah. Porsi anggaran untuk bidang teknologi di Indonesia hanya sekira 0,1 persen. Itu pun harus dibagi-bagi lagi dengan lembaga teknologi dan sains lainnya," ujar Adi.

Adi membandingkan, di negara-negara lain anggaran untuk bidang teknologi setidaknya menempati porsi sekira dua persen. Namun di tengah keterbatasan, Adi menyebutkan Lapan terus terpacu untuk mewujudkan ambisi dan mimpi mereka dalam memajukan dunia antariksa nasional.

"Meski tidak menjadi prioritas, namun kami juga terus berjuang mengajukan kepada DPR agar dunia teknologi dan sains, khususnya antariksa, agar lebih mendapatkan perhatian pemerintah," tandas Adi. (rah)

SUMBER

Kamis, 05 November 2009

Dragon Operasi Hanudnas “Tutuka” 2009


Latihan Hanudnas dengan sandi “Tutuka” 2009 merupakan latihan puncak Kohanudnas yang dimaksudkan sebagai tolok ukur kesiapsiagaan operasi sistem pengamatan, identifikasi dan penindakan ancaman musuh dari udara yang nyata. Demikian disampaikan Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Bambang Samoedro, S.Sos., yang dibacakan Danwing 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Tatang Harlyansyah, S.E., pada upacara pemberangkatan satu flight F-16 Fighting Falcon yang akan mendukung latihan tersebut di Skadron Udara 3, Jumat (6/11).

Lebih lanjut dikatakan, pada latihan Hanudnas “Tutuka” 2009 ini, juga akan akan diujikan system Hanud Area yang merupakan antisipasi terdepan terhadap ancaman pesawat musuh yang akan memasuki maupun yang telah masuk wilayah udara nasional Indonesia.

Kesiapsiagaan untuk melaksanakan tugas operasi pertahanan udara menjadi keharusan, utamanya bagi para penerbang tempur dan para crew pendukung. Sementara kesiapsiagaan itu akan dapat dicapai apabila para penerbang beserta crew pendukungnya selalu melaksanakan latihan-latihan secara teratur dan berkesinambungan. Untuk itu pada kesempatan upacara pemberangkatan tersebut, Marsma TNI Bambang Samoedro, S.Sos., menekankan agar latihan Hanud Tutuka 2009 tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh agar dapat mencapai hasil yang optimal.

“Dengan latihan ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan baik perorangan maupun satuan dalam mengaplikasikan dan penerapan doktrin operasi Hanud untuk menyusun rencana operasi yang disiapkan berdasarkan analisa kontijensi yang diperkirakan akan terjadi, dan meningkatkan kerjasama unsur-unsur Hanud atau keterpaduan penyelenggaraan operasi pertahanan”, ungkapnya.

Latihan “Tutuka” 2009 akan berlangsung hingga 13 November 2009 bertempat di Lanud Samratulangi, Manado, memberangkatkan penerbang maupun crew sebanyak 60 personel dengan didukung satu flight pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

www.TNI-AU.mil.id

Operasi Tetuka XXXIII Di Lanud Sam Ratulangi


Dalam rangka mendukung Operasi Tetuka yang akan dilaksanakan 09 s.d 13 November 2009. Rabu (4/11) Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi kedatangan 1 buah hercules A-1303 yang mengangkut alat Komlek yang nantinya akan mendukung Operasi Tetuka XXXIII yang akan berlangsung di Lanud Sam Ratulangi. Dalam Operasi yang didukung oleh 1 Flight F-16 ini dimaksudkan untuk menguji rencana operasi Kohanudnas sekaligus mengukur kesiapsiagaan operasi kohanudnas dalam suatu operasi pertahanan udara guna mewujudkan sistem pengamatan, penangkalan dan penindakan yang handal terhadap berbagai kontijensi yang perlu diantisipasi dan respon.

Hal ini diperlukan untuk menghadapi dan mengamankan wilayah udara NKRI tersebut diperlukan sistem pertahanan udara terpadu yang kuat sehingga mampu mencegah pihak-pihak lain yang melanggar wilayah teritorial udara nasional.

www.TNI-AU.mil.id

Latma Camar Indopura Ke-17 Ditutup

5 November 2009, Balikpapan -- Setelah menyelesaikan latihan selama 2 hari, “Camar Indopura Ke-17” hari ini (5/11) ditutup. Acara diawali briefing secara intern antara kedua belah pihak dilanjutkan dengan penerbangan sortie 2 mulai pukul 09.00 berakhir pukul 11.00 melanjutjutkan sortie 1 kemarin.

Untuk strategi pengintaian maritim kali ini lebih mengutamakan komunikasi antara kedua Negara yang berbatasan, dan melakukan tindakan lanjutan jika menemukan sasaran terutama di alur kepulauan Indonesia (ALKI) II yang berada di sekitar selat Makasar.

Untuk acara penutupannya sendiri dilakukan secara sederhana, yakni hanya melakukan foto bersama begitu pesawat landing antara pihak RSAF dengan TNI-AU di base ops lanud Balikpapan.

Hadir pada acara penutupan KOLONEL Pnb Supriyanto Basuki dari TNI-AU dan LTC Mike Bogaars dari RSAF selaku exercise director dari masing-masing pihak diikuti seluruh aircrew TNI-AU dan RSAF maupun Perwira Lanud Balikpapan selaku tuan rumah yang ditandai dengan foto bersama.

www.TNI-AU.mil.id

Rabu, 04 November 2009

Pesawat Charlie “Crash Landing” di Adisutjipto

4 November 2009, Solo -- Pesawat LD-34XY yang sedang melaksanakan training area mengalami kerusakan, engine fire detector menyala. Posisi pesawat di atas pantai Congot dengan ketinggian 6000 feet. Pesawat membawa 1 orang instruktur dan 1 orang siswa Sekolah Penerbang. Bahan bakar masih tersisa untuk 1.14 menit.

Adi Tower merespon berita LD-34XY dan menginstruksikan untuk mencoba melakukan pendaratan . Pesawat mendarat RWY 09 dengan mesin terbakar dan pesawat terperosok di sebelah utara landasan. Demikian skenario Latihan Penanggulangan dan Penyelamatan Awak Pesawat yang dilaksanakan oleh Dinas Operasi Lanud Adisutjipto dan tim Rescue Angkasa Pura di Lanud Adisutjipto, Selasa( 3/11).

Menurut Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto, Kolonel Pnb F. Indrajaya Latihan Penanggulangan dan Penyelamatan Awak Pesawat merupakan program latihan satuan yang dilaksanakan rutin setiap setahun sekali. “Latihan ini dimaksudkan untuk memberi bekal pengalaman praktek lapangan bagi seluruh jajaran Lanud Adisutjipto dan Angkasa Pura dalam menangani kecelakaan pesawat terbang,” jelasnya.

Sementara itu Mayor Pnb Bonang Bayuaji menambahkan, Lanud Adisutjipto sebagai pangkalan pendidikan dan pangkalan operasional dengan jadwal penerbangan yang relatif padat, menuntut kesiapan dan profesionalisme sumber daya manusia.

www.TNI-AU.mil.id

Selasa, 03 November 2009

(HILANGNYA M 28 SKY TRUCK MILIK POLISI) Pesawat Polri Diduga Tabrak Gunung


M 28 Sky Truck milik kepolisian Republik Indonesia (Polri)

2 November 2009, Jayapura -- Pesawat milik Polri jenis M 28 Sky Truck yang sejak Senin pukul 11.30 WIT hilang kontak, diduga jatuh karena menabrak gunung di sekitar pedalaman Papua.

Informasi yang berhasil dihimpun ANTARA mengungkapkan, pesawat yang dipiloti AKP Yunus dan co pilot AKP Benedictus, teknisi Syaiful dan Kuswanto itu sampai sekarang belum diketahui pasti keberadaannya.

Tim SAR yang menerima sinyal yang diduga dipancarkan oleh ELT (emergency locater transmitter) milik pesawat itu, memperkirakan pesawat tersebut jatuh di sekitar Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya.

Pesawat yang membawa delapan drum BBM jenis bensin dan solar itu pada Senin pagi sekitar pukul 08.55 WIT telah tiba di Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya dan ia hilang kontak pada penerbangan kedua menuju bandara yang sama.

Hingga berita ini diturunkan belum dapat dipastikan kondisi pesawat maupun crew pesawat.

ANTARA News

Jumat, 30 Oktober 2009

N-250 Gatot Kaca



SEJARAH PENGEMBANGAN
Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat pertama (PA 1, 50 penumpang) terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995. Sedangkan PA2 (N250-100,68 penumpang) sedang dalam proses pembuatan.

Saingan pesawat ini adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.

N-250 GATOT KACA
Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.

SPESIFIKASI N-250 GATOT KACA

Performa Pesawat
Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).
Berat dan Dimensi
Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg
(Meski mesin N 250 diturunkan kemampuannya, dimensi tidak akan diubah)

sumber: dari berbagai sumber

TNI Harus Optimalkan Anggaran yang Terbatas


BAE Systems Hawk Mk. 53, salah satu pesawat tua TNI AU yang sudah seharusnya diganti.

30 Oktober 2009, Jakarta -- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan, TNI harus melakukan sejumlah terobosan agar dapat memanfaatkan anggaran yang terbatas. Ia mengakui tambahan anggaran sampai Rp 5 triliun tahun depan belum tentu cukup.

Djoko menegaskan bahwa pada tahun 2010 Pemerintah Republik Indonesia akan memberikan tambahan anggaran dana untuk operasional TNI, khususnya untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebesar Rp 5 triliun. Anggaran yang awalnya sekitar Rp 35 triliun kemungkinan berubah antara Rp 35-Rp 43 triliun.

"Tambahan anggaran Rp 5 triliun itu pasti. Persoalannya sekarang apakah dengan Rp 5 triliun yang dianggarkan, dana tersebut cukup untuk dipakai TNI yang terdiri dari tiga kesatuan, yaitu Darat, Laut, dan Udara, untuk kebutuhan peremajaan dan modernisasi operasional persenjataan," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto seusai menghadiri Penutupan National Summit di Jakarta, Jumat (30/10).

Terobosan untuk mengoptimalkan anggaran, misalnya, bagaimana industri dalam negeri bisa diberdayakan, bagaimana pembiayaan dalam negeri bisa diberdayakan, tentunya dengan ditopang oleh perbankan dalam negeri dengan skema khusus dengan kontrak jangka panjang yang dijamin oleh APBN. Menurutnya, semua anggaran yang masuk harus dikaji secara benar.

KOMPAS.com

Selasa, 06 Oktober 2009

C-130 Hercules Malaysia Dilempar Batu Oleh Penduduk Padang

BERITA BERBAHASA MELAYU (MALAYSIA)

KUALA LUMPUR: Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) akan menyiasat insiden pesawat pengangkut C-130 Hercules dibaling dengan batu oleh penduduk Padang, ketika melaksanakan misi menyelamat dan menghantar bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dilanda gempa bumi itu, baru-baru ini.

Panglima TUDM, Jeneral Datuk Rodzali Daud, berkata tindakan itu boleh dilihat seolah-olah kehadiran pesawat Malaysia kurang disenangi segelintir masyarakat di kawasan terbabit.

"Kita menerima laporan bahawa pesawat C-130 Hercules dilempar batu ketika melaksanakan misi menyelamat dan menghantar bantuan kepada mangsa bencana baru-baru ini.

"Bagaimanapun TUDM menerima kejadian itu dengan rasional dan memastikan anggotanya tidak terikut-ikut dengan tindakan segelintir penduduk tempatan terhadap aset serta anggota yang dikerah ke sana.

"Kita pergi ke tempat yang mengalami darurat atau bermasalah, maka kita tidak mahu menimbulkan lagi masalah lain. Apa yang perlu kita buat ialah membuat siasatan kerana sudah ada laporan.

"Namun, kita akan mengambil langkah yang sewajarnya supaya kejadian berkenaan tidak berulang. Memandangkan operasi masih berjalan, kita akan melaksanakannya sehingga selesai," katanya.

Beliau berkata demikian pada sidang media selepas perasmian Kongres Perubatan Ketenteraan Sedunia (WCMM) ke-38 di sini, semalam yang disempurnakan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi.

Rodzali mengulas laporan pesawat C-130 Hercules dilempar batu dan dihalang mendarat oleh segelintir penduduk Padang yang dikatakan masih berang terhadap Malaysia berhubung isu tarian Pendet.

Pesawat itu berlepas dari Pangkalan Udara Subang ke Lapangan Terbang Antarabangsa Minangkabau, satu-satunya lapangan terbang komersial yang masih beroperasi di Padang.

Beliau berkata, kejadian itu tidak mematahkan semangat anggota dan pegawai TUDM bertugas kerana mereka memikul tanggungjawab yang sudah diamanahkan kerajaan bagi membantu negara jiran yang dilanda bencana.

Sementara itu, Ahmad Zahid menganggap tindakan sekumpulan kecil penduduk Padang membaling batu pada pesawat TUDM itu sebagai permainan budak-budak nakal.

"Di sana mungkin ada budak-budak nakal, namun kita tetap mengutamakan semangat saudara serumpun. Cubit paha kanan, paha kiri terasa juga. Maka, kita akan meneruskan operasi sehingga keadaan di sana tenang dan kembali seperti sedia kala," katanya.

Beliau berkata, Angkatan Tentera Malaysia (ATM) turut menghantar 53 orang lagi ke Padang dalam Misi Bantuan Kemanusiaan, petang semalam.

SUMBER: http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Tuesday/Nasional/20091006012308/Article/index_html